Agregat merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan dan bangunan. Agregat terdiri dari agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar adalah bahan yang lebih besar dari 4,75 mm, sedangkan agregat halus adalah bahan yang lebih kecil dari 4,75 mm.
Cara Membuat Grafik Gradasi Agregat Di Excel
Grafik gradasi agregat adalah grafik yang menunjukkan persentase berat dari agregat pada setiap ukuran partikel yang berbeda. Grafik ini berguna untuk mengetahui distribusi ukuran agregat kasar dan agregat halus.
Berikut ini adalah cara membuat grafik gradasi agregat di Excel :
- Buatlah tabel dengan kolom ukuran partikel dan kolom persentase berat.
- Masukkan data sesuai dengan ukuran partikel dan persentase berat masing-masing.
- Pilih seluruh tabel dan klik Insert > Scatter. Pilih scatter dengan marker data yang tidak dihubungkan. Grafik akan muncul di lembar kerja.
- Klik kanan pada sumbu X dan sumbu Y. Pilih Format Axis dan atur skala sumbu (Minimum dan Maximum) sesuai dengan data.
- Klik pada salah satu titik pada grafik. Pilih Add Trendline dan atur Type menjadi Power. Pilih Display Equation on chart dan Display R-squared value on chart. Klik OK.
- Grafik gradasi agregat siap dipakai.
Cara Membuat Grafik Gradasi Agregat Di Excel – Kumpulan Tips
Selain cara di atas, ada beberapa tips lain yang dapat digunakan untuk membuat grafik gradasi agregat di Excel :
- Gunakan pivot table untuk mengelompokkan data. Pivot table dapat membantu dalam memilah-milah data yang besar.
- Gunakan fitur sparkline untuk menampilkan grafik gradasi agregat secara sederhana di dalam sel. Caranya adalah dengan memilih sel yang akan berisi sparkline, klik Insert > Sparkline. Pilih Line atau Column, lalu masukkan rentang data pada Location Range.
- Gunakan tema yang sesuai dengan kebutuhan. Excel memiliki banyak tema yang dapat dipilih untuk mempercantik tampilan grafik.
Gradasi : Agregat Kasar
Agregat kasar merupakan bahan yang digunakan untuk campuran beton dan aspal. Gradasi agregat kasar ditentukan oleh standar ASTM C33/C33M. Gradasi optimal untuk agregat kasar adalah sebagai berikut :
Nomor Ukuran Saringan (mm) | Persentase Berat yang Tertahan (%) | ||
---|---|---|---|
Gradasi 1 | Gradasi 2 | Gradasi 3 | |
19,0 | 100 | ||
9,5 | 90 – 100 | 100 | |
4,75 | 25 – 60 | 10 – 30 | 0 – 5 |
2,36 | 0 – 15 | 0 – 10 | 0 – 2 |
1,18 | 0 – 5 | 0 – 5 | 0 – 1 |
Retain on 850-µm (No. 20) sieve | 0 – 2 | 0 – 2 | 0 – 1 |
Gradasi agregat kasar harus sesuai dengan salah satu dari ketiga gradasi di atas. Jika tidak, maka agregat kasar tidak dapat digunakan dalam campuran beton atau aspal.
45+ Gambar Agregat Kasar, Baru!
Agregat kasar memiliki berbagai macam ukuran dan bentuk. Berikut ini adalah beberapa gambar agregat kasar :
Agregat kasar berbentuk bulat
Agregat kasar berukuran besar
Agregat kasar berukuran kecil
Agregat kasar berbentuk segitiga
Cara Membuat Grafik Analisa Saringan Agregat Halus atau Pasir dengan Excel
Grafik analisa saringan agregat halus atau pasir adalah grafik yang menunjukkan persentase berat dari agregat pada setiap ukuran partikel yang berbeda. Grafik ini berguna untuk mengetahui distribusi ukuran agregat halus atau pasir.
FAQ
1. Mengapa gradasi agregat penting dalam konstruksi jalan dan bangunan?
Gradasi agregat yang tepat penting untuk memastikan campuran beton atau aspal yang berkualitas. Agregat kasar dan agregat halus yang memiliki gradasi yang sesuai akan menghasilkan campuran yang kuat dan tahan lama.
2. Apa bedanya antara agregat kasar dan agregat halus?
Agregat kasar adalah bahan yang lebih besar dari 4,75 mm, sedangkan agregat halus adalah bahan yang lebih kecil dari 4,75 mm. Agregat kasar digunakan untuk campuran beton dan aspal, sedangkan agregat halus digunakan untuk campuran beton dan mortar.