Cara Menghitung Risiko Portofolio Dengan Excel

Jika Anda ingin memulai investasi atau sudah sering melakukan investasi, pasti akan sering mendengar istilah risk management atau manajemen risiko. Risk management sendiri adalah proses identifikasi, penilaian, dan mengendalikan risiko yang muncul dalam investasi. Risiko pada investasi bisa berupa kerugian finansial yang diakibatkan oleh fluktuasi pasar dan instrumen keuangan.

Semua orang pasti menginginkan hasil investasi yang positif, namun meminimalkan risiko tentu juga perlu dilakukan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami bagaimana cara menghitung risiko investasi. Dalam artikel ini, kami akan memberikan beberapa langkah dan cara menghitung risiko Anda, serta video Youtube yang dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang manajemen risiko di investasi.

Langkah – Langkah dalam Menghitung Risiko Investasi

Berikut ini adalah beberapa langkah penting dalam menghitung risiko investasi:

1. Identifikasi Risiko

Langkah pertama dalam manajemen risiko adalah mengidentifikasi risiko. Dalam investasi, risiko dapat berasal dari berbagai faktor seperti fluktuasi nilai saham, perubahan suku bunga, perubahan regulasi, atau bahkan risiko politik.

Identifikasi risiko penting dilakukan sebelum melakukan investing agar langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan menyeluruh dan efektif. Pengidentifikasian risiko juga dapat membantu investor membuat strategi yang lebih baik dan mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi risiko yang terjadi.

2. Menghitung Volatilitas

Volatilitas merupakan salah satu cara untuk mengukur risiko. Volatilitas dihitung menggunakan standar deviasi data historis yang diperoleh dari harga aset selama periode waktu tertentu. Semakin besar standar deviasi, semakin besar volatilitas, sehingga semakin tinggi risiko investasi yang Anda tanggung.

Dalam contoh berikut, akan dihitung volatilitas portofolio saham yang dimiliki. Misalnya, dalam tiga bulan terakhir, saham A mengalami fluktuasi dari Rp. 1000,- menjadi Rp. 1400,- dan kembali turun hingga Rp. 800,-. Dalam hal ini, kita akan mencari selisih rata-rata dan standar deviasi dari perubahan harga harian saham A.

Tabel Harga Harian Saham A

No
Tanggal
Harga Harian
Perubahan Harian
1
1 Januari
Rp. 1000,-
Rp. 0,-
2
2 Januari
Rp. 1200,-
Rp. 200,-
3
3 Januari
Rp. 1400,-
Rp. 200,-
4
4 Januari
Rp. 800,-
Rp. -600,-

Untuk mencari selisih rata-rata dan standar deviasi, lakukan langkah-langkah berikut:

Menghitung Selisih Rata-Rata

  1. Mencari selisih harian: Rp. 0,-, Rp. 200,-, Rp. 200,-, dan -Rp. 600,-
  2. Mendapatkan selisih rata-rata: (0 + 200 + 200 – 600)/4 = -Rp. 50,-

Menghitung Standar Deviasi

  1. Mencari selisih antara harga harian dengan selisih rata-rata: 0 – (-50) = 50, 200 – (-50) = 250, 200 – (-50) = 250, (-600) – (-50) = -550
  2. Kuadratkan selisih dan cari rata-rata-nya: (50^2 + 250^2 + 250^2 + 550^2)/4 = 133750
  3. Akar dari 133750 = 365,9

Jadi, volatilitas saham A selama tiga bulan terakhir adalah sebesar Rp. 50,- dengan standar deviasi sebesar Rp. 365,9,-. Jika volatilitas semakin besar, maka risiko investasi juga semakin besar.

3. Menghitung Rasio Sharpe

Rasio Sharpe digunakan untuk mengukur risiko suatu portofolio saham dalam hubungannya dengan imbal hasil yang diharapkan. Imbal hasil yang diharapkan sering kali dihitung dengan mengacu pada rata-rata hasil suatu portofolio saham yang diperoleh selama periode tertentu.

Formula rasio Sharpe adalah sebagai berikut:

Rasio Sharpe = ( Rata-rata Portofolio – Tingkat Bunga Bebas Risiko ) / Standar Deviasi Portofolio

Di sini tingkat bunga bebas risiko adalah tingkat bunga yang seringkali digunakan sebagai acuan dalam sebuah investasi, sebab merupakan investasi yang paling aman atau investasi tanpa risiko. Saat ini, tingkat bunga bebas risiko di Indonesia sekitar 5%.

Sebagai contoh, jika portofolio Anda menghasilkan rata-rata 15% dan memiliki volatilitas sebesar 20%, maka rasio Sharpe Anda adalah sebagai berikut:

Rasio Sharpe = (15% – 5%) / 20% = 0,5

Cara Menghitung Risiko di Investasi Saham

Setelah mengetahui langkah-langkah dalam manajemen risiko, di bawah ini adalah beberapa cara khusus untuk menghitung risiko di investasi saham:

Baca Juga :  Cara Menghitung Persentase Pada Ms Excel

1. Beta

Beta adalah sebuah ukuran atau indikator yang digunakan untuk mengukur risiko sistematis sebuah investasi saham. Sebuah beta yang lebih tinggi dari 1 menunjukkan risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasar. Sebuah beta yang sama dengan 1 mengindikasikan risiko yang sama dengan pasar, sementara beta yang kurang dari 1 menunjukkan risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pasar.

Contoh, jika beta saham X adalah 1,3, sementara beta pasar hanya 1,0, maka saham X termasuk saham yang lebih berisiko, seperti contoh berikut:

Jika pasar naik 10%, maka X kemungkinan akan naik 13%

Jika pasar turun 10%, maka X kemungkinan akan turun 13%

2. Alpha

Alpha merupakan ukuran yang digunakan untuk menghitung bagi hasil suatu investasi. Alpha yang positif menunjukkan sebuah portofolio investasi saham menghasilkan bagus atau mengungguli pasar.

Contoh, jika alpha portofolio investasi saham Anda adalah 5%, maka ini berarti saham Anda memiliki return sebesar 5% diatas rata-rata return pasar. Namun jika alpha yang dihasilkan negatif, berarti portofolio investasi saham Anda berada di bawah rata-rata return pasar.

3. Portofolio Diversifikasi

Sebuah portofolio yang didiversifikasi adalah portofolio yang berisi instrumen keuangan yang beragam. Portofolio ini digunakan dengan pengharapan akan mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keuntungan. Bangunlah portofolio investasi saham Anda dengan berbagai instrumen keuangan. Kombinasikan saham dari berbagai jenis perusahaan sehingga risiko investasi dapat diperkecil.

FAQ

1. Apa itu manajemen risiko?

Manajemen risiko adalah proses identifikasi, penilaian, dan mengendalikan risiko yang muncul dalam investasi. Risiko pada investasi bisa berupa kerugian finansial yang diakibatkan oleh fluktuasi pasar dan instrumen keuangan.

2. Bagaimana cara menghitung risiko di investasi saham?

Cara menghitung risiko di investasi saham antara lain adalah dengan menghitung beta, menghitung alpha dan membangun portofolio diversifikasi agar risiko investasi dapat diperkecil.

Video Youtube :

Berikut ini adalah video Youtube yang dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang manajemen risiko di investasi:

Video di atas membahas bagaimana manajemen risiko dapat membantu pengelolaan portofolio investasi saham dengan tepat dan efektif. Strategi manajemen risiko bisa memberikan investor keuntungan serta mengurangi kerugian dari investasi.

Kesimpulan

Menghitung risiko investasi saham adalah penting bagi investor agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan meminimalkan risiko kerugian dari investasi. Terdapat beberapa langkah penting yang harus dilakukan dalam manajemen risiko, yaitu identifikasi risiko, menghitung volatilitas, dan menghitung rasio Sharpe. Investasi saham memiliki risiko yang tinggi, namun dapat diatasi dengan cara menghitung beta, menghitung alpha dan membangun portofolio diversifikasi agar risiko investasi dapat diperkecil.