Cara Menghitung Penyusutan Peralatan Kantor Excel

Dalam dunia bisnis, aset tetap atau yang juga dikenal sebagai fixed assets sangatlah penting. Aset tetap adalah sumber daya perusahaan yang dibeli untuk mendukung operasional bisnis dan digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Contohnya seperti bangunan, mesin, kendaraan, dan peralatan kantor. Namun, aset tetap ini memiliki umur yang terbatas dan akan mengalami penyusutan selama digunakan. Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep penyusutan dalam akuntansi.

Penyusutan adalah pembebanan biaya aset tetap ke dalam laporan keuangan perusahaan secara berkala. Hal ini dilakukan karena pada saat aset tetap digunakan, nilainya akan mengalami penurunan hingga akhirnya nilai aset tersebut sama dengan nilai sisa atau nilai residu. Dalam konsep akuntansi, nilai aset tetap harus dibagi menjadi beberapa periode dan biaya tersebut harus dialokasikan ke dalam masing-masing periode tersebut. Proses ini disebut sebagai penyusutan.

Penyusutan dilakukan dengan menggunakan metode yang telah ditentukan. Beberapa metode yang umum digunakan adalah metode garis lurus dan metode saldo menurun ganda. Metode garis lurus merupakan cara yang paling umum dan sederhana dalam menghitung penyusutan. Namun, metode saldo menurun ganda digunakan ketika penurunan nilai aset pada periode awal lebih besar dibandingkan pada periode berikutnya.

Metode Garis Lurus

Metode garis lurus atau straight-line method, merupakan metode yang paling sederhana dalam menghitung penyusutan aset tetap. Metode ini dapat digunakan dalam menghitung aset tetap yang nilai residunya relatif kecil. Rumus dari metode garis lurus adalah:

Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Umur Ekonomis

Dalam rumus tersebut, harga perolehan merupakan nilai aset tetap saat pembelian atau nilai setara jika tidak dibeli. Nilai residu adalah nilai aset tetap pada akhir umur ekonomis, atau nilai jual jika dijual. Sedangkan, umur ekonomis adalah waktu atau jumlah periode yang dianggap ekonomis dalam penggunaan aset tetap.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membeli mesin seharga Rp 10 juta dengan umur ekonomis 5 tahun dan nilai residu sebesar Rp 1 juta, maka penyusutan mesin tersebut per tahun adalah:

Penyusutan = (Rp 10.000.000 – Rp 1.000.000) / 5
Penyusutan = Rp 1.800.000

Dalam satu tahun, biaya penyusutan mesin tersebut adalah sebesar Rp 1,8 juta.

Metode Saldo Menurun Ganda

Metode saldo menurun ganda atau double declining balance method, digunakan ketika nilai aset tetap mengalami penurunan yang lebih cepat pada periode awal. Metode ini biasanya digunakan untuk aset tetap yang memiliki nilai residu yang sangat kecil atau tidak ada.

Rumus dari metode saldo menurun ganda adalah:

Penyusutan = 2 / Umur Ekonomis × (Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan Sebelumnya)

Dalam rumus tersebut, Akumulasi Penyusutan Sebelumnya adalah jumlah penyusutan yang telah dibebankan pada periode sebelumnya. Seperti pada metode garis lurus, harga perolehan dan umur ekonomis tetap sama.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membeli mesin seharga Rp 10 juta dengan umur ekonomis 5 tahun dan nilai residu sebesar Rp 1 juta, dan asumsikan pada tahun pertama telah disusutkan sebesar Rp 3 juta, maka penyusutan mesin tersebut per tahun adalah:

Penyusutan = 2 / 5 × (Rp 10.000.000 – Rp 3.000.000)
Penyusutan = Rp 1.400.000

Dalam satu tahun, biaya penyusutan mesin tersebut adalah sebesar Rp 1,4 juta.

Perbedaan Metode Garis Lurus dan Metode Saldo Menurun Ganda

Perbedaan utama antara metode garis lurus dan metode saldo menurun ganda adalah dalam cara penghitungan penyusutan. Metode garis lurus adalah metode yang paling umum digunakan dan sederhana, dengan biaya penyusutan yang tetap untuk setiap periode. Sedangkan, metode saldo menurun ganda lebih rumit karena biaya penyusutan bergantung pada nilai aset tetap dan akumulasi penyusutan pada periode sebelumnya.

Baca Juga :  Cara Membuat Hari Otomatis Di Excel

Meskipun demikian, metode saldo menurun ganda dapat menghasilkan lebih banyak penyusutan pada awal umur ekonomis aset tetap dan kurang pada akhir umur ekonomis, sehingga cocok untuk aset tetap dengan penurunan nilai yang cepat pada awal umur ekonomis.

FAQ:

1. Apa itu umur ekonomis?
Umur ekonomis adalah waktu atau jumlah periode yang dianggap ekonomis dalam penggunaan aset tetap. Umur ekonomis ini berbeda-beda tergantung pada jenis aset tetap dan kondisinya.

2. Bagaimana cara menentukan nilai residu?
Nilai residu dapat ditentukan dengan mengambil nilai perkiraan jika aset tetap dijual pada akhir umur ekonomis. Atau, nilai residu juga bisa ditentukan dengan perkiraan nilai jual aset tetap pada masa depan. Nilai residu ini menjadi dasar dalam menghitung biaya penyusutan pada setiap periode.

Video:
https://www.youtube.com/watch?v=8O4-QCN6PBI

Dalam video tersebut, dijelaskan tentang proses penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus dan metode saldo menurun ganda. Penjelasan di video ini dilengkapi dengan contoh perhitungan penyusutan yang mudah dipahami dan diikuti.