Cara Menghitung Nilai Angsuran Pokok Di Excel

Ketika membeli sebuah barang atau menggunakan jasa, kemungkinan besar banyak dari kita mengambil opsi pembayaran dengan angsuran. Hal ini tentu tidak heran, mengingat harganya yang tidak sedikit sehingga membuat sulit untuk membayar secara tunai. Dalam melakukan pembayaran angsuran, biasanya seseorang akan dikenakan bunga. Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai cara menghitung bunga angsuran serta anuitas kredit barang menggunakan Excel.

Cara Menghitung Bunga Angsuran Kredit Barang di Excel

Salah satu cara yang paling mudah dalam menghitung bunga angsuran kredit barang adalah menggunakan aplikasi Excel. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

  1. Pertama-tama, buka aplikasi Microsoft Excel di komputer Anda.
  2. Buatlah tabel Excel seperti contoh di bawah ini:

Cara Menghitung Nilai Angsuran Pokok Di Excel

  1. Isi kolom A dengan nomor angsuran (1-12).
  2. Isi kolom B dengan biaya pokok (harga barang dibagi durasi cicilan).
  3. Isi kolom C dengan bunga per bulan (peringatan: dalam satuan bulan, bukan tahun).
  4. Isi kolom D dengan jumlah angsuran per bulan (memanfaatkan fungsi PMT).
  5. Isi kolom E dengan jumlah denda (opsional).
  6. Isi kolom F dengan total biaya (biaya pokok + bunga + denda).

Setelah itu, masukkan rumus yang dibutuhkan untuk menghitung bunga angsuran kredit barang. Berikut adalah rumus-rumus tersebut:

Rumus Angsuran Per Bulan

Untuk menghitung angsuran per bulan, gunakan rumus =PMT(interest rate, number of payments, loan amount).

interest rate = bunga per bulan / 12

number of payments = durasi / 12

loan amount = biaya pokok

Berikut adalah contoh penggunaan rumus dalam tabel Excel:

tabel excel penggunaan rumus

Rumus Total Biaya Per Bulan

Selain menghitung angsuran per bulan, Anda juga bisa menghitung total biaya per bulan yang mencakup biaya pokok, bunga, dan denda (jika ada). Caranya adalah dengan menggunakan fungsi SUM. Contohnya adalah sebagai berikut:

=SUM(D2+E2)

Rumus ini akan menjumlahkan hasil perhitungan dari kolom D dan E pada baris yang sama (row 2 pada contoh di atas).

Cara Menghitung Bunga Anuitas

Selain menggunakan Excel, Anda juga bisa menghitung bunga anuitas menggunakan rumus matematika. Berikut adalah rumus yang digunakan:

Anuitas = (Pokok x Bunga per tahun) / 1 – (1 + Bunga per tahun) pangkat minus (Lama cicilan x 12)

Di mana:

  • Pokok adalah jumlah uang yang dipinjam atau harga barang
  • Bunga per tahun adalah persentase bunga yang harus dibayar setiap tahunnya
  • Lama cicilan adalah berapa bulan atau tahun masa angsuran

Perlu diingat bahwa dalam menghitung bunga anuitas, perhitungannya dilakukan berdasarkan waktu pembayaran yang ditetapkan, misalnya setiap bulan, setiap tiga bulan, atau setiap enam bulan. Berikut contoh perhitungan bunga anuitas dalam pembayaran setiap bulan:

  • Pokok = Rp 5.000.000
  • Bunga per tahun = 9%
  • Lama cicilan = 12 bulan

Lalu, bagaimana cara menghitung bunga anuitas tersebut? Berikut langkah-langkahnya:

  1. Konversi persentase bunga per tahun menjadi bunga per bulan dengan rumus:

Bunga per bulan = (Bunga per tahun / 12) / 100

Dengan jumlah di atas, kita bisa mengetahui jika bunga per bulan dalam contoh perhitungan di atas adalah:

Bunga per bulan = (9% / 12) / 100 = 0,0075 atau 0,75%

  1. Gunakan rumus matematika di atas untuk menghitung anuitas:

Anuitas = (Pokok x Bunga per tahun) / 1 – (1 + Bunga per tahun) pangkat minus (Lama cicilan x 12)

Maka, untuk menghitung anuitas dalam contoh perhitungan di atas adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Cara Menginput Data Dari Excel Ke Notepad++

Anuitas = (5.000.000 x 0,09) / 1 – (1 + 0,0075) pangkat minus (12)

Setelah dihitung, maka diperoleh hasil anuitas sebesar Rp 448.736,73 per bulan.

FAQ

Apa itu bunga angsuran?

Bunga angsuran adalah biaya tambahan yang harus dibayar oleh peminjam ketika mengambil kredit atau melakukan pembayaran dengan angsuran. Biaya tersebut dikalkulasikan berdasarkan persentase tertentu dari nominal pinjaman yang diambil.

Apakah bunga angsuran selalu sama pada setiap bulan?

Tidak selalu sama. Bunga angsuran biasanya dihitung berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman yang diambil. Dalam beberapa kasus, bunga angsuran bisa lebih besar pada awal pembayaran dan lebih kecil pada akhir pembayaran. Hal ini karena sisa pinjaman yang harus dibayar semakin kecil sehingga bunga yang dikenakan pun semakin kecil.