Buku Tata Cara Install Ulang Windows 10

Pernah mengalami masalah pada laptop atau komputer yang terganggu kinerjanya? Salah satu solusi yang biasa dilakukan adalah melakukan instal ulang sistem operasi. Di Indonesia, sistem operasi yang paling banyak digunakan adalah Windows 10. Nah, untuk melakukan instal ulang Windows 10 ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Simak ulasan berikut ini.

Cara Instal Ulang Windows 10 dengan DVD atau USB Flashdisk

1. Siapkan DVD Installer Windows 10 atau USB Flashdisk

Sebelum melakukan instal ulang Windows 10, pastikan terlebih dahulu Anda memiliki DVD Installer Windows 10 atau USB Flashdisk yang digunakan untuk membackup data. Dalam pembahasan kali ini, akan dijelaskan cara instal ulang Windows 10 menggunakan DVD atau USB Flashdisk. Pilih salah satu yang paling Anda mudahkan dan yang sesuai dengan kondisi perangkat Anda.

Instal Ulang Windows 10 dengan DVD

2. Persiapkan Komputer atau Laptop Anda

Sebelum memulai proses instal ulang Windows 10, pastikan semua data penting atau file-file yang Anda butuhkan sudah terbackup dengan baik. Tidak perlu bingung mengenai backup data ini, Anda bisa melakukan backup data ke harddisk eksternal atau ke cloud. Proses ini dilakukan agar data Anda aman tidak terhapus saat melakukan instal ulang. Selanjutnya, masukkan DVD Installer Windows 10 ke dalam Drive laptop Anda. Setelah itu, restart laptop dengan mengklik tombol start dan memilih opsi Restart. Setelah laptop atau komputer mati, hidupkan kembali dengan menekan tombol power. Tunggu beberapa saat hingga DVD Installer Windows 10 terdeteksi.

3. Atur BIOS

Setelah DVD Installer Windows 10 terdeteksi, maka akan muncul menu Windows Setup. Pilih opsi Bahasa, Waktu, dan Standar Keyboard (Language, Time, and Standard Keyboard Input). Kemudian klik Next. Selanjutnya, klik Install Now. Setelah itu, muncul persyaratan lisensi yang harus dipenuhi, baca dan pilih Accept. Kemudian masukkan serial number Windows 10. Setelah itu, pilih Custom dan tekan Next. Pada menu berikutnya, Anda perlu menghapus partisi sistem yang tersedia. Pilih partisi sistem tersebut dan klik Delete. Lanjutkan dengan memilih Unallocated Space dan klik Next. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai.

4. Aktivasi Windows 10

Setelah instalasi selesai, maka tampilan desktop akan muncul kembali. Namun, pada tampilan ini belum melakukan aktivasi Windows 10. Untuk mengaktivasi Windows 10, Anda bisa melakukan beberapa cara seperti mengaktifkan Windows menggunakan product key, mengaktifkan Windows 10 dengan KMS, atau menggunakan Microsoft Toolkit. Aktivasi ini dilakukan untuk memperpanjang masa aktif Windows 10 Anda.

Instal Ulang Windows 10 dengan USB Flashdisk

5. Persiapkan Komputer atau Laptop Anda

Masih dengan tujuan yang sama, yaitu membackup data dahulu, maka sebelum mulai memulai proses instal ulang Windows 10 menggunakan USB Flashdisk, pastikan terlebih dahulu file-file penting sudah terbackup dengan baik. Setelah itu, buat USB Bootable Installer Windows 10 menggunakan Rufus. Atau, jika Anda kesulitan, Anda bisa memanfaatkan Windows Media Creation Tools seperti yang biasa disediakan Microsoft. Setelah itu, hubungkan USB Flashdisk ke port USB milik laptop atau komputer Anda.

6. Atur BIOS

Pastikan USB Flashdisk yang Anda buat sebelumnya terdeteksi oleh BIOS. Setelah itu, restart laptop atau komputer Anda dengan cara memilih opsi Restart. Setelah sistem mati, hidupkan kembali dan tekan tombol tertentu untuk masuk ke BIOS. Biasanya tombol untuk masuk ke BIOS adalah F2 atau Del. Setelah itu, atur Boot Devices Priority dengan memilih USB Flashdisk sebagai pilihan perangkat booting utama Anda.

7. Install Ulang Windows 10

Jika USB Flashdisk sudah terpasang dan pengaturan BIOS sudah benar, maka lanjutkan instal ulang Windows 10 dengan memilih bahasa, waktu, dan zona waktu. Selanjutnya, klik Next. Pada menu selanjutnya, pilih Install Now. Bagian ini sama dengan saat melakukan instal ulang Windows 10 menggunakan DVD. Setelah itu, pilih Custom. Pada menu selanjutnya, pilih Unallocated Space dan klik Next. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai.

Baca Juga :  CARA INSTALL QRMA DI WINDOWS 8

8. Aktivasi Windows 10

Sama seperti pada saat me-instal ulang Windows 10 dengan DVD, pada instal ulang Windows 10 dengan USB Flashdisk Anda juga perlu melakukan aktivasi. Caranya sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu menggunakan product key, KMS, atau Microsoft Toolkit.

FAQ

1. Bagaimana cara membackup data sebelum melakukan instal ulang Windows 10?

Untuk membackup data sebelum melakukan instal ulang Windows 10, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Anda bisa backup data ke harddisk eksternal yang terpisah dari laptop atau komputer. Hal ini dilakukan agar data Anda aman tidak terhapus saat melakukan instal ulang.
  • Anda juga bisa membackup data ke cloud dengan menggunakan layanan seperti Google Drive atau Dropbox. Dengan membackup data ke cloud, Anda tetap bisa mengakses data tersebut meski sedang melakukan instal ulang.
  • Anda juga bisa melakukan backup data dengan menggunakan software backup data seperti EaseUS Todo atau Acronis True Image.

2. Apa yang harus dilakukan jika USB Flashdisk atau DVD Installer Windows 10 tidak terdeteksi?

Jika terjadi masalah pada saat DVD Installer Windows 10 atau USB Flashdisk tidak terdeteksi, Anda perlu melakukan beberapa pengecekan berikut:

  • Pastikan USB Flashdisk atau DVD Installer Windows 10 sudah terpasang dengan benar.
  • Periksa kembali setingan BIOS dan pastikan setelan Boot Priority sudah benar. Pilih USB Flashdisk atau DVD Installer Window 10 sebagai perangkat booting utama.
  • Anda bisa coba menggunakan USB Flashdisk atau DVD Installer Windows 10 yang lain, atau coba menggunakan perangkat booting yang berbeda untuk mengetahui apakah masalah masih terjadi.

Video Tutorial Instal Ulang Windows 10

Berikut adalah video tutorial instal ulang Windows 10 yang bisa membantu Anda melakukan instal ulang dengan benar dan mudah:

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai cara instal ulang Windows 10. Pastikan membackup data sebelum melakukan instalasi untuk menghindari kehilangan data. Jika terjadi masalah saat melakukan instalasi, Anda bisa cek FAQ atau video tutorial sebagai panduan tambahan. Semoga bermanfaat.