CARA AMBIL DATA YANG SAMA DI EXCEL

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang cara mengambil data berdasarkan nilai atau record yang sama di Excel. Dalam pengolahan data, seringkali kita perlu melakukan pengambilan data yang spesifik, misalnya data yang memiliki nilai tertentu, atau data yang terdapat pada kolom tertentu.

Untuk melakukan pengambilan data seperti itu, kita dapat menggunakan fitur VLOOKUP atau HLOOKUP di Excel. Namun, pada artikel ini, kita akan membahas teknik lain yang lebih fleksibel dan mudah digunakan, yaitu menggunakan rumus INDEX dan MATCH.

Pertama, kita akan membahas tentang rumus INDEX. Rumus ini dapat digunakan untuk mengambil nilai dari suatu range, berdasarkan posisi baris dan kolomnya. Rumus INDEX memiliki dua argumen, yaitu array dan row_num.

Argumen array menyatakan range data yang akan diambil nilai nya, sedangkan argumen row_num menyatakan nomor baris dari data yang ingin diambil nilai nya.

Contohnya, jika kita ingin mengambil nilai dari kolom B pada baris ke-4, rumusnya akan menjadi seperti ini:

“`
=INDEX(B:B, 4)
“`

Artinya, kita akan mengambil nilai pada kolom B, pada baris ke-4.

Selain argumen row_num, rumus INDEX juga memiliki argumen column_num, yang dapat digunakan untuk mengambil nilai berdasarkan kolomnya. Namun, pada artikel ini, kita akan fokus pada penggunaan MATCH untuk mencari nomor baris untuk digunakan sebagai argumen row_num pada rumus INDEX.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang rumus MATCH. Rumus ini digunakan untuk mencari nomor baris dari suatu nilai dalam range tertentu. Rumus MATCH memiliki tiga argumen, yaitu lookup_value, lookup_array, dan match_type.

Argumen lookup_value menyatakan nilai yang ingin dicari, sedangkan argumen lookup_array menyatakan range data yang akan dicari nilai nya. Argumen match_type dapat diisi dengan nilai 0, 1, atau -1, yang menyatakan tipe pencarian.

Nilai 0 mengharuskan nilai yang ingin dicari harus sama persis dengan nilai pada range data, sedangkan nilai 1 mengharuskan nilai yang ingin dicari lebih besar atau sama dengan nilai pada range data. Nilai -1 mengharuskan nilai yang ingin dicari lebih kecil atau sama dengan nilai pada range data.

Contohnya, jika kita ingin mencari nomor baris dari nilai “Jeruk” pada kolom A, rumusnya akan menjadi seperti ini:

“`
=MATCH(“Jeruk”, A:A, 0)
“`

Artinya, kita akan mencari nomor baris dari nilai “Jeruk” pada kolom A, dengan tipe pencarian 0, yang mengharuskan nilai yang ingin dicari sama persis dengan nilai pada range data.

Setelah kita memiliki nomor baris dari nilai yang ingin dicari, selanjutnya kita dapat menggunakan rumus INDEX untuk mengambil nilai dari kolom atau range tertentu pada baris yang ditentukan.

Contohnya, jika kita ingin mengambil nilai dari kolom B pada baris yang memiliki nilai “Jeruk” pada kolom A, rumusnya akan menjadi seperti ini:

“`
=INDEX(B:B, MATCH(“Jeruk”, A:A, 0))
“`

Dalam hal ini, argumen array pada rumus INDEX diisi dengan kolom B untuk mengambil nilai pada kolom tersebut, sedangkan argumen row_num diisi dengan rumus MATCH untuk mencari nomor baris dari nilai “Jeruk” pada kolom A.

Rumus ini juga dapat digunakan untuk mengambil nilai dari range data yang lebih spesifik. Misalnya, jika kita memiliki tabel data seperti ini:

| No | Buah | Harga |
|—:|——:|——:|
| 1 | Apel | 5000 |
| 2 | Jeruk | 7000 |
| 3 | Mangga| 6000 |
| 4 | Jambu | 8000 |

Dan kita ingin mengambil harga dari buah “Jeruk”, rumusnya akan menjadi seperti ini:

“`
=INDEX(C:C, MATCH(“Jeruk”, B:B, 0))
“`

Artinya, kita akan mengambil nilai dari kolom C, dengan menggunakan nomor baris dari nilai “Jeruk” pada kolom B sebagai argumen row_num pada rumus INDEX.

Selain itu, teknik ini juga dapat digunakan untuk mengambil data dari tabel yang lebih kompleks. Misalnya, jika kita memiliki dua tabel seperti ini:

| No | Buah | Harga |
|—:|——:|——:|
| 1 | Apel | 5000 |
| 2 | Jeruk | 7000 |
| 3 | Mangga| 6000 |
| 4 | Jambu | 8000 |

| No | Kota | Buah | Jumlah |
|—:|——-:|——:|——-:|
| 1 | Jakarta| Apel | 5 |
| 2 | Jakarta| Jeruk | 3 |
| 3 | Jakarta| Mangga| 2 |
| 4 | Surabaya|Apel | 3 |
| 5 | Surabaya|Jeruk | 7 |
| 6 | Surabaya|Mangga| 4 |

Baca Juga :  CARA MENGEMBALIKAN FILE EXCEL YANG TERTUTUP SECARA TIDAK SENGAJA

Dan kita ingin mengambil data jumlah buah “Jeruk” di kota “Jakarta”, rumusnya akan menjadi seperti ini:

“`
=INDEX(E:E, MATCH(G3&H3, C:C&D:D, 0))
“`

Artinya, kita akan mengambil nilai dari kolom E, dengan menggunakan nomor baris dari nilai “Jeruk” dan “Jakarta” pada kolom C dan D sebagai argumen row_num pada rumus INDEX. Nilai G3 dan H3 adalah nilai “Jeruk” dan “Jakarta” yang ingin dicari.

Dalam hal ini, argumen array pada rumus INDEX diisi dengan kolom E untuk mengambil nilai jumlah buah. Sedangkan, argumen row_num diisi dengan rumus MATCH yang digabungkan dengan operator “&”, untuk mencari nomor baris dari nilai “Jeruk” dan “Jakarta” pada kolom C dan D.

Selain teknik ini, terdapat juga berbagai macam teknik lain untuk melakukan pengambilan data berdasarkan nilai atau record yang sama di Excel, seperti menggunakan PivotTable atau Power Query. Namun, teknik ini lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat menjadi alternatif yang baik untuk mengatasi masalah pengambilan data di Excel.

FAQ:

1. Bisakah teknik ini digunakan untuk pengambilan data dari multiple sheets di Excel?
Ya, teknik ini dapat digunakan untuk pengambilan data dari multiple sheets di Excel. Namun, perlu dilakukan penyesuaian kecil pada rumusnya, agar dapat mengambil data dari sheet yang berbeda. Contohnya, jika kita ingin mengambil data dari sheet “Data” pada file Excel “Book1.xlsx”, rumusnya akan menjadi seperti ini:

“`
=INDEX(‘Data’!B:B, MATCH(“Jeruk”, ‘Data’!A:A, 0))
“`

Artinya, kita akan mengambil nilai dari kolom B pada sheet “Data”, dengan menggunakan nomor baris dari nilai “Jeruk” pada kolom A pada sheet yang sama sebagai argumen row_num pada rumus INDEX.

2. Apakah teknik ini dapat digunakan untuk pengambilan data berdasarkan range tertentu?
Ya, teknik ini dapat digunakan untuk pengambilan data berdasarkan range tertentu. Misalnya, jika kita ingin mengambil data dari range A1:Z100, kita dapat mengubah argumen array pada rumus INDEX menjadi seperti ini:

“`
=INDEX(A1:Z100, MATCH(“Jeruk”, A1:A100, 0), 2)
“`

Artinya, kita akan mengambil nilai dari range A1:Z100, pada kolom ke-2 (kolom B), dengan menggunakan nomor baris dari nilai “Jeruk” pada range A1:A100 sebagai argumen row_num pada rumus INDEX.